Selasa, 21 Juni 2016

PILIHAN KEMASAN


 
Dulu adik bungsu saya pernah bertanya kenapa setiap kali berkirim produk harus dikemas rapi. Saya tersenyum mendengar pertanyaannya dan mencoba menjelaskan berdasarkan common sense saya karena jika dijelaskan teori tentang kemasan membutuhkan kajian yang cukup lama. Sebuah produk itu ibarat kita sendiri, sama-sama memiliki empat kemungkinan ketika datang ke konsumen :
1.      Produk dengan kemasan rapi menarik namun isinya kurang berkualitas.
Produk ini pasti menyenangkan ketika datang dan dilihat konsumen. Dengan penampilan menarik, kekinian, dan terlihat semarak pasti diterima dengan senang hati. Namun dalam proses berikutnya yang diharapkan konsumen bukan hanya kemasan tapi apa yang ada di dalam kemasan yaitu produk itu sendiri. Apa jadinya jika ternyata produk yang ada di dalam kemasan tidak sesuai dengan ekspektasi, pastilah konsumen tidak akan membeli lagi dan lebih parah lagi diberitakan bahwa produk ini hanya bagus kemasannya tapi isinya tidak berkualitas. Ibarat orang yang didukung penampilan luar menarik namun niatnya kurang baik maka lama-kelamaan kualitas sebenarnya ketahuan walaupun membutuhkan waktu yang lama.
2.      Produk dengan kemasan kurang menarik namun isinya berkualitas.
Produk ini tidak menyenangkan ketika datang dan dilihat konsumen. Dengan penampilan kurang menarik dan tidak sedap dipandang maka konsumen memiliki dua pilihan yaitu tidak jadi membeli walaupun sebetulnya isi berkualitas atau konsumen bisa iseng-iseng mencoba. Ini akan memakan waktu lama bagi sebuah produk yang berkualitas untuk bisa diterima dikonsumen karena kemasan yang mencerminkan isi tidak terwakili. Ibarat orang yang penampilannya tidak menarik namun niat sebenarnya baik maka orang lain akan ragu-ragu untuk menerima niatnya tersebut sehingga perlu memperbaiki penampilan.
3.      Produk dengan kemasan menarik dengan isi berkualitas.
Kalau yang ini menjadi harapan semua konsumen bahwa kemasan yang menarik mewakili isi yang berkualitas. Produk dengan kemungkinan ini pasti melekat di hati konsumen karena sesuai antara kemasan dengan kualitas isi. Poin ini jika diibaratkan orang maka ekspektasi luar dihasilkan oleh apa yang ada didalam dirinya.
4.      Produk dengan kemasan kurang menarik dan isinya tidak berkualitas
Kalau yang ini paling cepat ditinggalkan konsumen karena melihat saja kemasannya sudah tidak menarik dan ternyata ada yang mencoba kualitasnya juga kurang. Poin ini ibarat orang adalah orang yang terlampau cuek dan ego terlalu tinggi.
Keempat kemungkinan di atas adalah pilihan tentang kemasan. Mau hanya baik kemasannya saja,baik isinya saja, atau baik kedua-duanya dipersilahkan karena pilihan adalah hak masing-masing individu tapi disarankan untuk tidak memilih yang kemungkinan yang keempat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar