Kamis, 09 Juni 2016

JIKA ESOK MENINGGAL ??



Pertanyaan unik dilontarkan pelatih bisnis saya ketika awal mula kami bertemu. Jika esok kamu atau orang tuamu meninggal apa yang akan terjadi? Saya sendiri terdiam beberapa saat dan terasa sulit sekali menjawab pertanyaan itu. Dalam hati mengatakan mana mungkin, saya masih kepala tiga (3) dan orang tua masih sehat bugar. Lama termenung dan beliau melanjutkan pertanyaannya, “Berpikir masih muda dan orang tua masih sehat?” Kok tahu, begitu kira-kira yang terlontar dari mulut saya. Beliau berujar pada saya bahwa pertanyaan yang sama pernah dilontarkan mentornya 30 tahun yang lalu. Wuih, pertanyaan 30 tahun yang lalu, lama sekali pikir saya.
Tapi pertanyaan itulah yang menjadikan pelatih saya punya bisnis yang menghidupi banyak orang, sosial kemasyarakatan tidak ketinggalan, dan pelayanan keagamaan juga jalan. Keren dan sayapun melamun bisa melakukan hal yang sama. Namun ditengah asyiknya melamun, ucapan beliau membuyarkan semuanya, “ Inget kita tidak tahu rahasia Tuhan. Coba jawab saja pertanyaan tadi”, ujarnya.  Ia kemudian menyuruh saya untuk menulis apa yang akan terjadi jika saya atau orang tua saya meninggal.
Keesokan harinya setelah bangun saya coba menuliskan yang akan terjadi jika orang tua saya meninggal : Sedih. Jika saya meninggal : takut. Siangnya coba saya tuliskan lagi, jika orang tua meninggal : tidak ada tempat berkeluh kesah, lebih parah lagi meminta. Jika saya meninggal : kasihan anak istri berjuang sendiri dalam kehidupan. Selanjutnya semakin banyak yang saya tuliskan dan kebanyakan menggunakan kata yang cenderung menyedihkan, terpuruk, dan  seolah-olah tak ada yang bisa mengubah keadaan menjadi lebih baik.
Seminggu berlalu, saya mencoba menghubungi pelatih saya untuk menanyakan hasil jawaban dari pertanyaan yang dia lontarkan. Di ujung telepon dia hanya terkekeh dan mengatakan  “Apakah kamu benar-benar hidup selama ini?” Saya agak terkejut juga mendengar pertanyaan tersebut dan langsung saya jawab “ Masak mati selama ini, zombie donk saya?”. Beliau hanya melanjutkan, “Coba kau tanyakan minimal pada orang tua, istri, dan anakmu tiga pertanyaan ini :
1.      Apakah orang tuamu bangga denganmu? Jika ya, apa yang membuatnya bangga?
2.      Apakah anak dan istrimu bangga denganmu? Jika ya, apa yang membuatnya bangga?
3.      Apakah mereka semua ikhlas jika kamu meninggal besuk? Jika ya, apa yang membuat mereka ikhlas?”
 
Beliau mengatakan tiga pertanyaan itu cukup menggambarkan seberapa berarti hidup saya selama ini dan jika keesokan hari saya masih diberikan kesempatan membuka mata, lakukan minimal yang membuat orang tua, anak dan istri bangga sehingga kelak jika keesokan hari meninggal mereka ikhlas melepasmu menghadap Sang Pencipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar