Murid (M)
Guru (G)
>> Ekspresi yang ditampilkan
M : Permisi guru.
G : Masuklah! Ada apa muridku? >> mata terpejam
posisi bersila
M : Guru,saya ingin bertanya dan berdiskusi.
G : Bijaklah dalam bertanya muridku >> posisi semula
dengan mengulaskan senyum
M : Apakah dengan menyeimbangkan batin saya bisa sukses
Guru? >> penuh semangat
G : Ada dua kata yang kamu berikan penekanan, batin dan
sukses.
M : Betul Guru. Setiap kali belajar ilmu dari Guru saya
membayangkan sukses di masa mendatang
G : Lebih mengerucut yang kau ulangi kata sukses.>>
menghela nafas
Apa makna sukses
menurutmu muridku?
M : Saya ingin memiliki banyak hal ketika meraih sukses
Guru.
G : Ketiga kalinya kau mengulangi kata sukses
muridku.>> membuka mata
M : Mengapa Guru hanya berhitung kata sukses yang saya
ucapkan?
G : Muridku,di awal percakapan sudah aku katakan bijaklah
dalam bertanya.
M : Betul Guru.
G : Aku hanya menelaah apa yang menjadi fokus pertanyaanmu.
M : >> Mengangguk pelan dengan rasa bingung
G : Muridku, setiap pertanyaan adalah cerminan kualitas
dari si penanya.
M : Saya tidak mengerti Guru. Apakah hubungannya dengan memiliki
banyak hal ketika sukses?
G : Kau mengulanginya lagi bukan? Aku tidak perlu bertanya
tujuanmu tetapi dari apa yang kau tanyakan berulang-ulang sudah nampak. Kau bicara bukan dari
sisi keseimbangan batin
sebagai sarana tapi dari tujuan akhir yaitu kesuksesan
M : Maaf Guru, saya masih belum paham.
G : Muridku, setiap orang yang hidup di dunia ini memiliki
tujuan dan untuk mencapainya diperlukan sarana.
Itu semua tercermin jika seseorang bertanya.
M : Saya mulai sedikit mengerti Guru.
G : Jika seseorang ingin menuju suatu tempat bukankah dia
menanyakan arah kemudian cara mencapainya? Dan
akan terus bertanya jika belum mencapai tujuannya bukan?
M : Betul Guru.>> sambil menunduk dan merenung
G : Itulah yang dinamakan kualitas diri muridku. Kualitas
diri seseorang dapat terlihat jelas ketika bertanya.
Sehebat apapun argument diungkapkan dan detail disampaikan seseorang, pertanyaanlah
yang menjadi kunci menilai kualitas diri.
M : Mengerti Guru.
G : Tiliklah kembali melalui semadi, bertanya dan
berdialoglah dengan batinmu sendiri berulang-ulang maka kau akan lebih memahami
kualitas dirimu dan alasan mengapa kau berada disini.
M : Baik Guru.
G : Mengenai kesuksesan yang kau tanyakan, bukankah ukuran
yang kau pakai karena melihat orang lain
seolah-olah memiliki yang tidak kau miliki?
M : >> Mengangguk
G : Kembalilan bersemadi dengan mengingat Dhammapada “Janganlah
memperhatikan kesalahan dan hal-hal
yang telah atau belum dikerjakan orang lain. Tetapi perhatikanlah apa yang
telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh
diri sendiri.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar